Dari Aliran Sungai Menjadi Destinasi Wisata: Polije Susun Masterplan Water Tubing Desa Suci
Jember — Potensi sungai di Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, mulai diarahkan menjadi bagian dari pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim dosen Politeknik Negeri Jember (Polije) menyusun masterplan pengembangan wisata water tubing yang menempatkan prinsip keberlanjutan, keselamatan, dan keterlibatan masyarakat sebagai fondasi utama.
Program bertajuk “Pengembangan Destinasi Wisata Water Tubing melalui Pendekatan Perencanaan Kawasan Berbasis Pariwisata Berkelanjutan di Desa Suci, Kecamatan Panti” tersebut digagas oleh Tim Dosen Jurusan Bahasa, Komunikasi, dan Pariwisata (BKP) Polije. Tim terdiri atas Firda Diartika, S.T., M.URP. selaku ketua, bersama Meiga Rahmanita, S.Pd., M.Pd., Nodistya Septian Indrastana, S.S., S.Pd., M.Pd., Renata Kenanga Rinda, S.Pd., M.Pd., dan Titik Ismailia, S.Pd., M.Pd.
Masterplan yang disusun tidak hanya berorientasi pada pembangunan sarana wisata, tetapi mencakup kerangka pengembangan kawasan secara menyeluruh. Dokumen tersebut memuat rancangan zonasi, program pengembangan destinasi, pengelolaan lingkungan, penerapan pendekatan Community-Based Tourism (CBT), serta peta jalan pengembangan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadi instrumen bagi Pemerintah Desa Suci dalam menentukan arah pengembangan wisata secara lebih sistematis. Dengan adanya perencanaan kawasan, pengembangan water tubing tidak berhenti pada pemanfaatan daya tarik sungai, tetapi diarahkan menjadi aktivitas wisata yang memperhatikan aspek lingkungan, keselamatan, kelembagaan, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Pengembangan destinasi juga disertai dengan peningkatan kapasitas masyarakat. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi Sadar Wisata dan Sapta Pesona bagi masyarakat dan pengelola lokal. Materi tersebut diarahkan untuk membangun pemahaman mengenai kualitas pelayanan sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat sebagai bagian penting dari ekosistem destinasi wisata.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur lokal, antara lain pemerintah desa, kelompok Desa Tangguh Bencana (Destana), Pokdarwis, serta pelaku wisata. Keterlibatan lintas kelompok ini menjadi modal sosial dalam membangun tata kelola destinasi yang lebih partisipatif.
Penguatan sumber daya manusia juga dilakukan melalui pelatihan Bahasa Inggris dasar bagi pemandu wisata lokal. Pelatihan difokuskan pada kebutuhan komunikasi dalam kegiatan kepemanduan sehingga pemandu memiliki bekal untuk berinteraksi dengan wisatawan mancanegara. Sosialisasi Sadar Wisata dan Sapta Pesona serta pelatihan Bahasa Inggris tersebut dilaksanakan pada 24–25 September 2026 di Kantor Desa Suci.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan masyarakat, tidak hanya dalam mengelola aktivitas wisata, tetapi juga dalam memberikan pengalaman pelayanan yang lebih baik kepada pengunjung.
Program pengembangan water tubing ini merupakan bentuk kolaborasi antara Politeknik Negeri Jember dan Pemerintah Desa Suci melalui pendanaan PNBP Skema Desa Binaan Tahun 2026. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan mahasiswa dari Program Studi Destinasi Pariwisata dan Bahasa Inggris.
Mahasiswa yang terlibat terdiri atas Anisa Yanuarita, Afrizal Eka Lutfiansyah, Mohammad Afif Zein, Chanda Umar Juliana, dan Satrio Pambudi Brilliant Fikri. Keterlibatan mahasiswa memberikan ruang bagi penerapan pengetahuan akademik secara langsung melalui proses interaksi dan pembelajaran bersama masyarakat.
Model kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dikembangkan sebagai proses knowledge sharing yang berlangsung dua arah. Perguruan tinggi membawa pengetahuan dan pendekatan perencanaan, sementara masyarakat menyediakan pengalaman lokal, pengetahuan terhadap kondisi kawasan, serta kebutuhan nyata yang perlu diakomodasi dalam pengembangan destinasi.
Bagi Desa Suci, penyusunan masterplan menjadi langkah awal untuk memberikan arah yang lebih jelas dalam pengembangan wisata water tubing. Sinergi antara perencanaan kawasan, penguatan kelembagaan masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan perhatian terhadap keberlanjutan menjadi fondasi penting dalam membangun destinasi wisata berbasis potensi lokal.
Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan desa tersebut, potensi sungai di Desa Suci tidak sekadar dipandang sebagai sumber daya alam, tetapi sebagai aset yang dapat dikelola secara terencana untuk mendukung aktivitas ekonomi dan pengembangan masyarakat. Pendekatan ini membuka peluang bagi Desa Suci untuk mengembangkan water tubing sebagai bagian dari destinasi wisata yang dikelola secara mandiri, partisipatif, dan berkelanjutan.