Polije Gelar Pelatihan Generative AI untuk Perkuat Literasi Akademik Mahasiswa
Nganjuk — Politeknik Negeri Jember (Polije) melalui Program Studi D4 Teknik Informatika PSDKU Nganjuk menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penguatan Literasi AI Akademik melalui Pelatihan dan Pendampingan Pemanfaatan Generative AI dalam Penulisan Skripsi” pada Jumat, 9 Oktober 2026, di Universitas PGRI Mpu Sindok (UPMS) Nganjuk. Kegiatan ini diikuti oleh 50 mahasiswa UPMS yang sedang mempersiapkan dan menyusun skripsi.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Agustin Patmaningrum, M.Pd., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Matematika UPMS, dan Raditya Arief Pratama, S.Kom., M.Eng., sebagai perwakilan Polije. Pelatihan berlangsung selama dua jam, mulai pukul 15.00 WIB, dengan fokus pada peningkatan kemampuan mahasiswa dalam memanfaatkan Generative Artificial Intelligence (GenAI) secara kritis, etis, dan bertanggung jawab untuk mendukung penulisan karya ilmiah.
Materi pelatihan mencakup eksplorasi ide dan topik penelitian, penyusunan kerangka dan latar belakang skripsi, academic prompt engineering, pengelolaan referensi, validasi informasi, parafrase, sitasi, serta pencegahan plagiarisme. Selain memperoleh pemahaman konseptual, peserta juga mengikuti pendampingan praktis agar mampu menerapkan GenAI sesuai dengan kebutuhan penulisan skripsi masing-masing.
Antusiasme peserta terlihat melalui keterlibatan aktif selama pelatihan dan berbagai pertanyaan mengenai pemanfaatan AI dalam proses akademik. Diskusi yang berlangsung turut memperkuat pemahaman mahasiswa tentang potensi dan keterbatasan GenAI, khususnya dalam mendukung proses penelitian dan penulisan skripsi.
Ketua tim PkM, Muhammad Ainul Fikri, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa perkembangan teknologi GenAI perlu diimbangi dengan kemampuan mahasiswa dalam memverifikasi informasi serta mempertanggungjawabkan sumber yang digunakan dalam karya ilmiah.
“AI dapat membantu mempercepat proses akademik, tetapi tidak menggantikan tanggung jawab mahasiswa sebagai penulis. Setiap keluaran AI harus dipahami, diperiksa, dan divalidasi sebelum digunakan dalam karya ilmiah,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Polije mendorong pemanfaatan GenAI sebagai thinking tool atau alat bantu berpikir, bukan sebagai pengganti pemikiran kritis dan analisis ilmiah mahasiswa. Dengan demikian, penggunaan teknologi AI diharapkan tetap berlandaskan etika akademik, integritas, dan tanggung jawab ilmiah.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Polije dan UPMS Nganjuk dalam memperkuat budaya akademik berbasis teknologi digital. Keberlanjutan program didukung melalui penyediaan modul pelatihan, evaluasi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, serta pengembangan literasi AI akademik di lingkungan mitra. Modul pelatihan yang dikembangkan dalam kegiatan ini juga telah memperoleh Hak Cipta sebagai salah satu luaran kekayaan intelektual.
Melalui kolaborasi ini, Polije berharap mahasiswa tidak hanya mampu menggunakan teknologi AI, tetapi juga memiliki kecakapan untuk memanfaatkannya secara tepat, kritis, dan berintegritas dalam pelaksanaan penelitian serta penulisan skripsi.