Dosen Politeknik Negeri Jember Dampingi Trend Salon Dito Wujudkan Transformasi Digital Melalui Pencatatan Keuangan Berbasis Excel dan Strategi Pemasaran Daring
Dosen Politeknik Negeri Jember Dampingi Trend Salon Dito Wujudkan Transformasi Digital Melalui Pencatatan Keuangan Berbasis Excel dan Strategi Pemasaran Daring
JEMBER – Di tengah tantangan digitalisasi yang semakin cepat, sekelompok dosen dari Jurusan Bisnis Program Studi Akuntansi Sektor Publik Politeknik Negeri Jember hadir memberikan solusi nyata bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui program pengabdian kepada masyarakat, mereka melakukan pendampingan intensif kepada UMKM Trend Salon Dito, sebuah usaha jasa perawatan rambut yang berlokasi di Jalan Gajah Mada IV No. 9, Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.
Kegiatan ini mengusung dua fokus utama, yakni penyusunan laporan keuangan menggunakan Microsoft Excel dan penguatan strategi digital marketing. Program ini digagas oleh tim dosen yang terdiri atas Candra Pramula Pinandita, S.ST., M.M., M.Ak., Siska Aprilia Oktaviani, S.E., M.Ak., Sugeng Hartanto, S.E., M.Akun., Dwi Indriani Fidiastutik Wijaya, S.E., M.Ak., dan Prillinaya Yudhistira, S.E., M.Ak.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap selama empat bulan, dimulai dengan survei lokasi dan koordinasi mitra pada 5 Juni 2025, dilanjutkan sosialisasi penyusunan laporan keuangan dan strategi digital marketing pada 15 Juli 2025, kemudian pelatihan intensif pada 11 Agustus 2025, dan diakhiri dengan monitoring serta evaluasi hasil pendampingan pada 10 Oktober 2025.
Sebelum pendampingan dilakukan, Trend Salon Dito menghadapi kendala umum yang banyak dijumpai di kalangan UMKM, yaitu pencatatan transaksi yang belum terstruktur dan seringkali hanya mengandalkan catatan manual di buku tulis. Kondisi ini menyebabkan pemilik usaha kesulitan mengetahui arus kas sebenarnya, margin keuntungan, maupun perencanaan keuangan jangka panjang.
Melihat hal tersebut, tim dosen Politeknik Negeri Jember merancang pelatihan penyusunan laporan keuangan berbasis Microsoft Excel yang praktis dan sesuai kaidah akuntansi. Materi pelatihan dimulai dari pemilahan bukti transaksi, pencatatan harian, pembuatan jurnal, hingga penyusunan laporan laba rugi dan arus kas bulanan.
Pendekatan yang digunakan bersifat aplikatif dan berorientasi pada kebutuhan riil usaha salon. Template Excel yang diberikan dirancang khusus agar mudah digunakan bahkan bagi pelaku usaha tanpa latar belakang akuntansi. Hasilnya, pemilik Trend Salon Dito kini mampu menyusun laporan keuangan secara mandiri dengan hasil yang lebih akurat dan informatif.
“Kami tidak hanya mengajarkan cara menghitung, tetapi juga bagaimana membaca dan memahami angka-angka dalam laporan keuangan. Dengan begitu, pemilik usaha bisa melihat peluang efisiensi dan menentukan keputusan bisnis yang lebih tepat,” ujar salah satu anggota tim pelaksana, Siska Aprilia Oktaviani.
Selain aspek keuangan, pelatihan ini juga memperkuat kemampuan pemasaran digital Trend Salon Dito. Tim dosen memperkenalkan strategi penggunaan Instagram dan WhatsApp Business sebagai kanal promosi utama, disertai materi fotografi produk, pembuatan konten kreatif, serta manajemen interaksi dengan pelanggan secara daring.
Pasca pelatihan, terlihat perubahan signifikan. Trend Salon Dito kini aktif mengunggah konten profesional dan informatif, memanfaatkan foto hasil kerja, video singkat promosi, dan unggahan testimoni pelanggan. Dalam dua bulan setelah pelatihan, engagement rate media sosial meningkat hingga 25%, diikuti kenaikan jumlah pelanggan yang melakukan reservasi online melalui WhatsApp Business.
Pemilik usaha, Dito, mengaku pelatihan ini membuka pandangan baru tentang pentingnya digitalisasi dalam dunia usaha.
“Dulu kami hanya fokus pada pelayanan di salon. Sekarang kami paham bahwa laporan keuangan dan promosi digital bisa membantu usaha berkembang lebih cepat. Kami jadi tahu layanan mana yang paling menguntungkan dan kapan waktu terbaik melakukan promo,” ungkapnya.
Program pengabdian ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM dapat menghasilkan dampak sosial-ekonomi yang berkelanjutan. Pendampingan berbasis teknologi sederhana seperti Microsoft Excel mampu meningkatkan literasi keuangan, sedangkan penerapan strategi pemasaran digital memperluas jangkauan pasar dan memperkuat citra merek.
“Keberlanjutan usaha tidak hanya bergantung pada inovasi produk, tetapi juga pada tata kelola keuangan dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan pasar digital,” jelas Prilinaya Yudhistira, salah satu anggota tim pelaksana.
Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas UMKM secara holistik—baik dari sisi internal berupa pengelolaan keuangan yang lebih transparan, maupun sisi eksternal berupa strategi promosi yang efektif dan terukur.
Tim dosen menegaskan pentingnya keberlanjutan program ini melalui monitoring dan pendampingan lanjutan, agar penerapan aplikasi keuangan digital dan strategi pemasaran daring dapat terus berkembang seiring dinamika bisnis dan tren teknologi.
Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil mencapai tujuannya: meningkatkan kapasitas operasional, daya saing, dan keberlanjutan UMKM Trend Salon Dito. Transformasi yang dimulai dari pencatatan keuangan sederhana hingga promosi digital menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu membutuhkan teknologi kompleks, melainkan kemauan belajar dan pendampingan yang tepat sasaran.
Melalui inisiatif ini, Politeknik Negeri Jember menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi lokal berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Diharapkan keberhasilan Trend Salon Dito menjadi inspirasi bagi UMKM lainnya di Jember untuk bertransformasi menuju era digital yang lebih kompetitif.