Gunakan Mesin Penggiling dan Pencetak, KTH Talang Rejo Tiga Bondowoso Pacu Kuantitas dan Kualitas Opak Singkong
Bondowoso – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Jember (Polije) yang diketuai Ir. Iswahyono, MP kembali hadir di tengah masyarakat petani hutan yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) Talang Rejo Tiga, Kabupaten Bondowoso. Melalui penerapan teknologi tepat guna berupa mesin penggiling dan pencetak opak singkong semiotomatis, masyarakat berhasil meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas produksi opak singkong.
Petani hutan di Desa Sumberkokap, Kecamatan Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso, tergabung secara sukarela dalam KTH Talang Rejo Tiga untuk bersama-sama mengelola sumber daya hutan. Berbagai komoditas produktif, seperti singkong, tembakau, cabai, dan terong, dibudidayakan di bawah tegakan pohon dengan menerapkan prinsip keberlanjutan dan kemandirian ekonomi.
Salah satu usaha produktif yang dikembangkan KTH Talang Rejo Tiga adalah pengolahan singkong menjadi opak singkong. Sebelumnya, proses produksi masih dilakukan secara manual menggunakan peralatan sederhana sehingga produktivitas relatif rendah. Selain itu, ketebalan dan diameter opak yang dihasilkan belum seragam.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, anggota KTH Talang Rejo Tiga mendapatkan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan proses produksi dengan memanfaatkan mesin penggiling dan mesin pencetak opak singkong semiotomatis. Teknologi tersebut dirancang untuk membuat proses produksi menjadi lebih efisien sekaligus menghasilkan opak dengan ukuran dan ketebalan yang lebih konsisten.
Tahapan kegiatan dilaksanakan secara sistematis, mulai dari observasi lapangan dan wawancara, pembuatan serta uji coba mesin, pelatihan pengoperasian mesin penggiling dan pencetak opak bersama anggota kelompok, hingga monitoring dan evaluasi. Kegiatan pelatihan diikuti oleh 90 persen anggota KTH Talang Rejo Tiga dan turut dihadiri oleh Kasi RLPM Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Jember selaku pembina kelompok.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan adanya sinergi antara tim pelaksana kegiatan, anggota kelompok, dan instansi kehutanan dalam mendukung pengembangan usaha produktif masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Mistaji, Ketua KTH Talang Rejo Tiga, menyampaikan bahwa penerapan mesin tersebut memberikan manfaat nyata bagi kelompok, terutama dalam meningkatkan kapasitas produksi.
“Kami sangat terbantu dengan adanya mesin ini. Kalau dulu sehari hanya mampu mengolah sekitar 5 kilogram singkong, sekarang bisa dua kali lipat lebih banyak. Hasilnya, baik ketebalan maupun diameternya, lebih seragam dan rapi.”
Selain meningkatkan kapasitas produksi, mesin penggiling dan pencetak opak semiotomatis juga relatif mudah dioperasikan dan dirawat. Hal ini memungkinkan anggota KTH untuk mengoperasikan dan melakukan perawatan mesin secara mandiri setelah kegiatan pengabdian selesai.
Berdasarkan hasil evaluasi, penerapan teknologi tersebut mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi opak singkong hingga 100 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi tepat guna dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan nilai tambah hasil pertanian masyarakat tanpa mengesampingkan prinsip kelestarian lingkungan.
“Kami ingin hasil hutan bukan hanya kayu, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Opak singkong ini contohnya, dari bawah tegakan hutan bisa lahir produk unggulan,” tambah Mistaji.
Ke depan, KTH Talang Rejo Tiga bersama Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Jember (Polije) berencana memperluas kerja sama dalam bidang pengolahan bokasi dan pengolahan tembakau rajang. Pengembangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas produk lainnya sehingga semakin memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan anggota KTH Talang Rejo Tiga, Kabupaten Bondowoso.