Hijaukan Energi, Suburkan Tanah : Tim Dosen Polije Kembangkan Inovasi Biogas di Desa Sumberwaru

Jember — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Jember (Polije) melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Sumberwaru, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, dengan fokus pada pengelolaan limbah peternakan sapi menjadi biogas dan pupuk organik. Program ini menjadi bagian dari komitmen Polije dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di sektor pertanian dan energi terbarukan di wilayah pedesaan.

Kegiatan ini diketuai oleh Elok Kurnia Novita Sari, S.TP., M.P, dengan anggota tim Dimas Triardianto, S.TP., M.Sc, Adhima Adhamatika, S.T.P., M.T.P., Shinta Widyaningtyas, S.TP., M.T., dan Annisa’u Choirun, S.TP., M.T.

Desa Sumberwaru dikenal sebagai salah satu desa agraris dengan potensi besar di bidang pertanian dan peternakan sapi. Populasi ternak yang tinggi menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat. Namun, aktivitas peternakan tersebut juga menghasilkan limbah kotoran sapi dalam jumlah besar yang belum tertangani dengan baik, sehingga menimbulkan bau tidak sedap, pencemaran air, dan penyebaran lalat di sekitar kandang.

Berangkat dari permasalahan tersebut, tim pengabdian Polije memperkenalkan teknologi pengolahan limbah peternakan menjadi biogas sebagai solusi tepat guna dan ramah lingkungan. Melalui proses fermentasi anaerob, kotoran sapi diubah menjadi gas metana yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif, misalnya untuk memasak.
Selain itu, sisa hasil pengolahan biogas (slurry) juga dimanfaatkan menjadi pupuk organik padat dan cair yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Ketua tim, Elok Kurnia Novita Sari, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada penerapan teknologi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dalam mengelola limbah secara mandiri dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat mampu mengelola limbah peternakan secara mandiri, mengubahnya menjadi sumber energi dan pupuk organik yang bermanfaat. Dengan demikian, peternakan rakyat tidak hanya produktif, tetapi juga ramah lingkungan dan bernilai tambah,” jelas Elok.

Rangkaian kegiatan pengabdian meliputi sosialisasi dan penyuluhan, pembuatan biodigester skala kecil, serta pendampingan teknis kepada kelompok ternak di Desa Sumberwaru. Tim juga melibatkan mahasiswa Polije sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual dan penerapan ilmu di lapangan.

Kepala Desa Sumberwaru menyambut baik kegiatan ini dan mengungkapkan bahwa warga desa sangat antusias terhadap inovasi yang diperkenalkan.

“Selama ini kotoran sapi hanya ditumpuk di sekitar kandang dan menimbulkan bau. Dengan adanya pelatihan ini, warga jadi tahu bahwa limbah tersebut bisa menjadi sumber energi dan pupuk yang bermanfaat. Kami berharap program ini bisa berlanjut dan menjadi contoh bagi desa-desa lain,” ujarnya.

Selain memberikan manfaat lingkungan, program ini juga diharapkan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar LPG yang harganya terus meningkat, sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui penjualan pupuk organik hasil olahan slurry.
Dalam jangka panjang, kegiatan ini ditargetkan mendorong Desa Sumberwaru menjadi desa binaan mandiri energi dan pertanian berkelanjutan.

Program ini merupakan wujud nyata kontribusi Polije dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya:

  • Poin 7: Energi Bersih dan Terjangkau, dan

  • Poin 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Selain itu, kegiatan ini juga selaras dengan Asta Cita Pemerintah Indonesia, terutama:

  • Cita ke-3: Mempercepat pembangunan ekonomi hijau berbasis lingkungan hidup berkelanjutan, dan

  • Cita ke-4: Mendorong kemandirian energi dan ekonomi pedesaan.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, kegiatan ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi sederhana dapat memberikan dampak besar bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat pedesaan.
Politeknik Negeri Jember berkomitmen untuk terus menghadirkan program pengabdian yang aplikatif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat menuju kemandirian dan kesejahteraan bersama.