Kolaborasi Suco dan POLIJE untuk UMKM Tangguh dan Taat Regulasi
JEMBER – Desa Suco, yang beralamat di Jalan Diponegoro Nomor 03, Kecamatan Mumbulsari, terus menunjukkan kemajuan signifikan di bawah kepemimpinan Kepala Desa H. Taufik Hidayat, NL.P, CPM. Salah satu inovasi unggulan desa ini adalah Program SUCO RTH (Ruang Terbuka Hijau), yang menjadi fasilitas publik ramah lingkungan sekaligus ruang interaksi sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM.
Dalam upaya mendorong UMKM agar tidak hanya berkembang di tingkat lokal tetapi juga mampu menembus pasar regional hingga nasional, Desa Suco menggandeng Politeknik Negeri Jember (POLIJE) melalui program pengabdian masyarakat. Kolaborasi ini merupakan wujud implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
Kepala Desa Suco, H. Taufik Hidayat, menyampaikan harapannya agar UMKM di desanya mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Harapan kami adalah agar UMKM Desa Suco dapat berkembang dan bersaing, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga hingga regional dan nasional,” ujarnya.
Edukasi Digital dan Perpajakan
Kegiatan pengabdian ini difokuskan pada dua hal utama, yaitu strategi promosi digital yang efektif dan pemahaman kebijakan perpajakan terbaru tahun 2025. Tim pengabdian POLIJE yang terdiri dari dosen Jurusan Bisnis dan Jurusan Teknologi Informasi memberikan edukasi kepada pelaku UMKM agar lebih siap menghadapi era bisnis digital.
Sebelum turun ke masyarakat, tim pengabdian juga memberikan pelatihan kepada relawan pajak Tax Center POLIJE. Sebagai langkah strategis, mereka membangun platform promosi berbasis digital dan website khusus yang memfasilitasi pelaporan pajak UMKM.
Dalam sesi edukasi, Bitari, dosen Jurusan Teknologi Informasi, menekankan pentingnya memahami karakteristik masyarakat Indonesia dalam promosi digital.
“Saat ini banyak media sosial yang bisa digunakan, tetapi strategi promosi harus disesuaikan dengan karakter audiens. Pemahaman ini penting agar promosi menjadi lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Selain itu, Sugeng, dosen Jurusan Bisnis, memperkenalkan sistem pelaporan pajak terbaru bernama Core Tax, yang mulai diterapkan pada tahun 2025 menggantikan DJP Online.
“Seluruh wajib pajak, termasuk UMKM, wajib menggunakan Core Tax untuk pelaporan SPT Tahunan mulai tahun 2026. Sistem ini lebih terintegrasi sehingga pelaku usaha perlu beradaptasi sejak sekarang,” tegas Sugeng.
Sosialisasi Lewat Podcast
Tidak hanya berhenti pada pelatihan tatap muka, tim pengabdian POLIJE juga memperluas jangkauan edukasi melalui podcast Tax Center POLIJE, yang membahas berbagai topik terkait perpajakan. Media ini diharapkan mampu menjangkau audiens yang lebih luas dan memberikan pemahaman mendalam mengenai kewajiban pajak bagi pelaku usaha.
Antusiasme Tinggi dari Warga
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pelaku UMKM dan pemerintah desa. Banyak pelaku usaha yang mengaku terbantu, khususnya dalam memahami strategi promosi digital dan mengenal sistem perpajakan terbaru.
Pemerintah Desa Suco memberikan apresiasi tinggi kepada tim POLIJE atas kontribusi nyata yang telah diberikan. Dengan sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan institusi pendidikan, Desa Suco optimistis mampu menjadi desa mandiri, maju, dan berdaya saing global.
Melalui program ini, diharapkan UMKM Desa Suco tidak hanya berkembang dari sisi bisnis, tetapi juga semakin patuh terhadap regulasi yang berlaku, sehingga dapat bertumbuh secara sehat, kompetitif, dan berkelanjutan.