Mesin Pengiris Semi-Otomatis Dongkrak Produksi Keripik Singkong KTH Talang Rejo Tiga Bondowoso

Bondowoso – Inovasi teknologi kembali hadir di tengah para petani hutan. Kelompok Tani Hutan (KTH) Talang Rejo Tiga di Kabupaten Bondowoso kini sukses meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi keripik singkong berkat penerapan mesin pengiris semi-otomatis hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diinisiasi oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Jember (POLIJE) di bawah pimpinan Ir. Didiek Hermanuadi, MT.

KTH Talang Rejo Tiga merupakan wadah bagi para petani hutan yang secara sukarela bergabung untuk mengelola sumber daya hutan bersama-sama. Di bawah naungan tegakan pohon, para anggota menanam berbagai komoditas produktif seperti kopi, durian, pisang, dan singkong — semua dilakukan dengan prinsip keberlanjutan dan kemandirian ekonomi.

 

Sebelumnya, proses produksi keripik singkong masih dilakukan secara manual menggunakan alat sederhana. Akibatnya, ketebalan irisan singkong tidak seragam dan produktivitas pun rendah. Melalui kegiatan pengabdian ini, para anggota KTH mendapatkan pelatihan dan pendampingan untuk menggunakan mesin pengiris semi-otomatis yang lebih efisien dan konsisten hasilnya.

“Kami sangat terbantu dengan adanya mesin ini. Kalau dulu sehari hanya bisa mengiris sekitar 20 kilogram singkong, sekarang bisa tiga kali lipat lebih banyak. Hasilnya juga seragam dan rapi,” ujar Suyitno, Ketua KTH Talang Rejo Tiga, saat ditemui di lokasi kegiatan.

Kegiatan yang dipimpin Ir. Didiek Hermanuadi, MT ini melibatkan tahapan yang sistematis, mulai dari observasi lapangan, wawancara, pembuatan dan uji coba mesin, hingga implementasi langsung bersama anggota kelompok. Hasilnya cukup menggembirakan: tingkat partisipasi anggota mencapai 87 persen, menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi.

Tak hanya meningkatkan kecepatan produksi, mesin pengiris semi-otomatis ini juga mudah dioperasikan dan dirawat, sehingga anggota KTH dapat menggunakannya secara mandiri tanpa ketergantungan pada teknisi.

Dari hasil evaluasi, penerapan teknologi ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas keripik singkong hingga 300 persen. Selain itu, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Cabang Bondowoso, yang selama ini aktif mendorong pemberdayaan masyarakat hutan melalui peningkatan keterampilan dan produktivitas.

Dengan keberhasilan tersebut, KTH Talang Rejo Tiga kini menjadi contoh nyata bahwa inovasi teknologi tepat guna dapat menjadi jalan menuju kesejahteraan petani hutan tanpa meninggalkan nilai-nilai kelestarian alam.

“Kami ingin hasil hutan bukan hanya kayu, tapi juga memberi nilai tambah bagi masyarakat. Keripik singkong ini contohnya, dari bawah tegakan hutan bisa lahir produk unggulan,” tambah Suyitno dengan semangat.

Ke depan, KTH Talang Rejo Tiga bersama Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Jember (POLIJE) berencana memperluas jangkauan pasar produk olahan melalui pelatihan pemasaran digital dan kemitraan dengan pelaku usaha lokal. Harapannya, produk keripik singkong Bondowoso dapat dikenal luas dan menjadi oleh-oleh khas daerah berbasis hasil hutan rakyat.