P3M Politeknik Negeri Menggelar Kegiatan Pemutakhiran Data SINTA Dengan Narasumber dari DPPM Kemdiktisaintek

Jember - P3M Politeknik Negeri Jember menggelar kegiatan Pemutakhiran Data SINTA untuk semua dosen di kalangan Politeknik Negeri Jember. Kegiatan berlangsung pada tanggal 24 Juli 2025 secara daring via zoom meeting dengan 2 (dua) orang narasumber dari DPPM Kemdiktisaintek yaitu Bapak Rusmal Firmansyah, S.Kom., M.Kom. (tim pengembang SINTA) dan Bapak Ade Irmanto (DPPM Kemdiktisaintek).

Acara dibuka oleh Wakil Direktur 1 yaitu Bapak Surateno, S.Kom., M.Kom., dengan menitikberatkan pada pentingnya dosen untuk melakukan update kinerja pada SINTA sebagai tolak ukur bagi kinerja institusi. Karena disisi lain hal tersebut juga berpengaruh pada capaian klaster perguruan tinggi yang saat ini masih dalam kategori Utama berdasarkan skor SINTA.

Kemudian, sambutan berikutnya dari kepala P3M Politeknik Negeri Jember Bapak Dr. Ir. Hariadi Subagja, S.Pt., M.Si., IPM juga menekankan kewajiban seluruh dosen untuk terus melakukan update kinerja di SINTA sesuai profil publikasi yang ada di Google Scholar, Garuda, Scopus dan WoS. 

Narasumber 1 (Ade Irmanto) menyinggung tentang pentingnya melakukan update data profil publikasi dosen pada laman SINTA serta pentingnya Polije untuk melakukan upgrade terhadap kuantitas serta kualitas akreditasi jurnal yang ada. "Kuantitas dan kualitas jurnal tentu sangat berpengaruh juga terhadap kinerja perguruan tinggi", ucap Ade.

Berikutnya, narasumber 2 (Rusmal Firmansyah) memberikan pendampingan teknis tentang langkah-langkah melakukan update profil publikasi mulai dari Google Scholar, Garuda, Scopus dan WoS untuk dilakukan sinkronisasi ke dalam portal web SINTA. Setiap dosen harus memastikan data-data publikasi sudah masuk ke dalam profil publikasi masing-masing untuk memudahkan penarikan ke dalam platform SINTA karena SINTA tidak bersifat realtime sehingga tetap perlu dilakukan update data. "Semakin sering dan rajin dosen melakukan update data hasil kinerja publikasi, maka akan berdampak pada reputasi dosen yang bersangkutan serta institusi", tutup Rusmal.

 

Edit by : Muhammad Yunus