Pemanfaatan Sampah untuk Peningkatan Ekonomi Berkelanjutan di Desa Suci
Jember – Tim Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Bank Sampah Unit (BSU) Larahan Makmur Desa Suci, Kecamatan Panti, mendorong transformasi sampah rumah tangga menjadi sumber ekonomi. Program ini berlangsung Agustus–September 2025 melalui skema Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didanai PNBP Polije Tahun 2025.
Kegiatan dilaksanakan dalam dua penyuluhan utama. Pertama, pada 18 Agustus 2025 di Balai Desa Suci, peserta mendapat pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos dengan metode Takakura, teknologi drum komposter, serta pembuatan ecoenzym. Selain pemaparan materi, masyarakat juga melakukan praktik langsung.
Penyuluhan kedua digelar 20 September 2025 di kantor BSU Larahan Makmur dengan fokus manajemen bank sampah dan pengembangan pemasaran produk, termasuk strategi digital melalui e-commerce dan media sosial. Dalam kegiatan ini, tim pengabdian turut menyerahkan fasilitas pendukung berupa drum komposter, keranjang Takakura, dan tempat sampah anorganik.
Program ini berangkat dari persoalan tingginya timbulan sampah di Kabupaten Jember. Berdasarkan Laporan Kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember Tahun 2024, jumlah timbulan sampah mencapai 1.058 ton per hari. Dari jumlah tersebut, hanya 511 ton per hari yang tertangani, sementara sisanya—sekitar 547 ton per hari—belum terkelola dengan baik. Di tingkat desa, pengelolaan BSU Larahan Makmur selama ini lebih banyak berfokus pada sampah anorganik, sedangkan pemanfaatan organik belum optimal.
Kegiatan dipimpin oleh Linda Ekadewi Widyatami, S.P., M.P, bersama tim dosen Datik Lestari, S.P., M.Si., Mohammad Edwinsyah Y.P., S.ST., M.Tr.P., Dini Nafisatul Mutmainah, S.Tr.P., M.Tr.P., dan Akbar Maulana Firmansyah, S.Kom.I., M.M., serta dibantu mahasiswa Program Studi Manajemen Agribisnis: Rafi Maulana, Akbar Maulana, dan Robi Firliana.
Kepala Desa Suci, Akhmad Suyuthi, M.Pd.I., menyatakan pelatihan ini penting untuk meningkatkan kapasitas lokal. “Peningkatan kemampuan mengelola sampah organik maupun anorganik dibutuhkan untuk menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus dampak positif bagi lingkungan,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan Ketua BSU Larahan Makmur, Siti Herawati. “Pelatihan pembuatan pupuk kompos, ecoenzym, serta pemasaran produk bank sampah menambah wawasan, ilmu baru, dan inspirasi bagi kami,” ungkapnya.
Metode kegiatan mengombinasikan teori dan praktik agar teknologi mudah diterapkan. Produk yang dihasilkan, mulai dari pupuk kompos hingga ecoenzym, diharapkan menjadi sumber pendapatan baru masyarakat. Di sisi lain, strategi pemasaran digital memperluas jangkauan produk hasil olahan sampah.
Program ini diharapkan mampu menurunkan volume sampah buangan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga. Keberlanjutan kegiatan bergantung pada komitmen masyarakat, kapasitas BSU, serta pendampingan lanjutan dari tim Polije.