Pemberdayaan Teaching Factory Inovasi Kesehatan (V-Kes) Melalui Pelatihan Rekam Medis Elektronik Bagi Tenaga Kesehatan Praktik Mandiri Di Kabupaten Jember

Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Negeri Jember melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Teaching Factory Inovasi Kesehatan (V-KES) melalui Pelatihan Rekam Medis Elektronik (RME) bagi Tenaga Kesehatan Praktik Mandiri di Kabupaten Jember”.

Kegiatan ini dipimpin oleh tim dosen lintas bidang yang terdiri dari Dony Setiawan Hendyca P, S.Kep, Ns, M.Kes; Mochammad Choirur R, S.Kom, M.T; Sabran, S.KM., M.P.H; Tegar Wahyu Yudha Pratama, S.ST, M.KM; Ihwan Huda Al Mujib, S.I.Kom, M.I.Kom; dan Muhammad ifantara putra, S.Kom., M.Kom

Pelatihan ini merupakan respons atas rendahnya implementasi RME di Kabupaten Jember, di mana hanya sekitar 30% fasilitas kesehatan yang telah memanfaatkan sistem digital tersebut, dan sebagian besar masih mengombinasikannya dengan pencatatan manual. Kondisi ini disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital, serta minimnya pendampingan kepada tenaga kesehatan praktik mandiri.

Melalui Teaching Factory Inovasi Kesehatan (V-KES), tenaga kesehatan dilatih untuk memahami, mengoperasikan, dan menerapkan sistem RME sesuai regulasi Kementerian Kesehatan, khususnya terkait integrasi dengan platform SATUSEHAT. Pelatihan dilakukan secara teori, praktik langsung, simulasi kasus nyata, hingga pendampingan pasca-pelatihan baik secara daring maupun luring.

“Transformasi digital di bidang kesehatan tidak bisa ditunda. Dengan pelatihan ini, kami berharap tenaga kesehatan praktik mandiri di Jember lebih siap mengadopsi Rekam Medis Elektronik, sehingga pelayanan kepada masyarakat lebih efisien, akurat, dan sesuai standar nasional,” ujar Dony Setiawan Hendyca P, S.Kep, Ns, M.Kes, selaku ketua tim pengabdian.

Luaran dari kegiatan ini meliputi peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, publikasi ilmiah, artikel media massa, serta video dokumentasi kegiatan yang juga akan diajukan sebagai hak cipta. Selain itu, kegiatan ini diharapkan memperkuat posisi V-KES sebagai pusat inovasi digital health, sekaligus mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, fasilitas kesehatan, dan pemerintah daerah.

Dengan adanya pelatihan ini, tenaga kesehatan diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga lebih percaya diri dalam menerapkan sistem digital, sehingga Jember dapat menjadi salah satu contoh daerah yang berhasil melakukan percepatan transformasi digital di sektor kesehatan.