Penguatan Ekonomi Lokal dan UMKM, Tim PkM Polije Dorong Peningkatan Kapasitas Produksi dan Digitalisasi Dapur Dualapan di Jember

Jember – Sebagai wujud nyata komitmen akademisi dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat dan penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat lokal, Politeknik Negeri Jember (Polije) terus menghadirkan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Melalui program PkM, tim dosen dan mahasiswa Polije berkolaborasi mendampingi Industri Rumah Tangga Dapur Dualapan, sebuah UMKM yang bergerak di bidang kuliner olahan bakery dan minuman di Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember.

Pendampingan ini berfokus pada penanganan sejumlah kendala utama yang dihadapi mitra, yakni keterbatasan kapasitas alat pemanggangan (oven), belum tersusunnya laporan keuangan usaha sesuai standar, serta pemanfaatan media pemasaran digital yang belum optimal.

Tingginya permintaan terhadap produk kue dan roti Dapur Dualapan sebelumnya belum diimbangi dengan kapasitas mesin pemanggangan yang memadai. Mitra masih menggunakan oven berukuran kecil yang hanya mampu menampung satu hingga tiga loyang kecil dalam satu siklus pemanggangan.

Sebagai solusi untuk mengatasi kendala proses produksi tersebut, tim memberikan bantuan teknologi tepat guna berupa Mesin Oven Deck Otomatis (1 Deck 1 Tray) berkapasitas besar. Dengan dimensi ruang panggang yang lebih luas, mesin tersebut mampu menampung hingga 10 loyang sekaligus dalam satu kali proses produksi.

Penggunaan mesin tersebut mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga lima kali lipat sekaligus menghemat waktu pemanggangan. Jika sebelumnya proses pemanggangan membutuhkan waktu sekitar lima jam, dengan mesin baru waktu tersebut dapat dipangkas menjadi sekitar satu jam.

Kegiatan ini turut didukung oleh para dosen dari berbagai disiplin ilmu, di antaranya Fachmi Resya, S.A., M.Ak., Ery Setiyawan Jullev Atmadji, S.Kom., M.Cs., Linda Ekadewi Widyatami, S.P., M.P., Dr. Ardhitya Alam Wiguna, S.E., M.M., dan Rini Hardiyani, S.E., M.M., serta melibatkan mahasiswa Program Studi D4 Manajemen Pemasaran Internasional.

Selain bantuan teknologi tepat guna, tim pengabdian Polije juga memberikan pelatihan tata kelola pencatatan keuangan sederhana berbasis Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Pelatihan tersebut bertujuan membantu pemilik usaha dalam menghitung harga pokok penjualan (HPP), menganalisis kelayakan usaha, serta mengetahui besaran laba bersih secara lebih akurat.

Di sektor pemasaran, tim PkM Polije memberikan pendampingan branding produk, pembuatan konten promosi digital, hingga optimalisasi media sosial usaha. Langkah tersebut dilakukan untuk menggeser pola pemasaran tradisional dari mulut ke mulut (word of mouth) menuju pemasaran berbasis electronic word of mouth (e-WOM) yang memiliki jangkauan lebih luas.

Pemilik UMKM Dapur Dualapan, Ibu Diyah, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Politeknik Negeri Jember.

“Bantuan mesin oven deck otomatis dari Polije sangat membantu efisiensi dapur kami. Sekarang proses pemanggangan bolu dan cake jauh lebih cepat dan hasilnya matang merata. Kami juga jadi lebih paham cara mengelola keuangan usaha dan memanfaatkan media sosial untuk promosi secara rutin,” tuturnya.

Melalui program pendampingan terpadu tersebut, Polije terus memperkuat peran perguruan tinggi vokasi dalam mendorong kemandirian, efisiensi, dan daya saing UMKM lokal. Kolaborasi melalui penerapan teknologi tepat guna, peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan, serta penguatan pemasaran digital diharapkan mampu mendukung pertumbuhan usaha Dapur Dualapan secara berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Jember.