Peningkatan Ekonomi dan Kesehatan Lingkungan Desa Curahlele, Dosen Polije Berikan Pelatihan Diversifikasi Susu dan Pengolahan Limbah Peternakan
JEMBER – Dosen Politeknik Negeri Jember bersama mahasiswa melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di UD Dulur Lanang, Desa Curahlele, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember. Kegiatan ini diikuti pemilik usaha serta warga sekitar dengan suasana hangat dan penuh antusiasme.
UD Dulur Lanang sendiri dikenal sebagai usaha peternakan sapi perah yang menjadi salah satu penyedia susu segar untuk kebutuhan masyarakat Jember. Melalui kegiatan ini, para peserta dilatih melakukan diversifikasi produk susu menjadi yoghurt bernilai ekonomis tinggi, sekaligus pemanfaatan kotoran sapi menjadi biogas ramah lingkungan.
Niati Ningsih, S.Pt., M.Sc. membuka acara dengan penjelasan sederhana mengenai proses fermentasi susu menjadi yoghurt serta konversi limbah kotoran sapi menjadi energi alternatif biogas. Ia menekankan manfaat yoghurt yang kaya protein, kalsium, serta probiotik bagi kesehatan pencernaan. Yoghurt dinilai berpotensi menjadi peluang usaha, apalagi jika dikreasikan dengan tambahan rasa buah lokal atau madu.
Pada sesi praktik, Aryanti Candra Dewi, S.Pt., M.Sc. memandu pembuatan yoghurt dengan peralatan sederhana, mulai dari pasteurisasi, pendinginan, penambahan kultur starter, hingga fermentasi. Peserta antusias mencoba hasil olahan dengan cita rasa asam segar.
Sementara itu, Zeni Ulma, S.St., M.Eng. dan Dafit Ari Prasetyo, S.T., M.T. memandu praktik pembuatan biogas menggunakan biodigester semi kontinyu berkapasitas 110 liter. Peserta dilatih merakit alat, mencampur kotoran sapi dengan air dan biokomposer, serta memahami proses fermentasi hingga menghasilkan biogas. Materi tambahan juga diberikan terkait perawatan dan pemantauan biodigester agar produksi biogas optimal.
Antusiasme warga semakin terlihat pada sesi diskusi. Pertanyaan mengalir seputar penyimpanan yoghurt, daya tahan produk, hingga keamanannya bagi anak-anak, lansia, dan penderita hipertensi. Dr. Ir. Rr. Merry Muspita Dyah Utami menegaskan bahwa yoghurt aman dikonsumsi semua kalangan, dapat dibuat dari berbagai jenis susu, serta potensial dikembangkan menjadi usaha skala kecil dengan modal terjangkau.
Kegiatan sehari penuh ini ditutup dengan pelatihan branding dan pelabelan produk. Peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga motivasi untuk mengembangkan usaha kreatif berbasis pangan sehat sekaligus menjaga kesehatan lingkungan melalui pengelolaan limbah peternakan. Harapannya, kegiatan ini menjadi titik awal lahirnya wirausaha baru di Desa Curahlele serta mampu meningkatkan perekonomian lokal.