Peran Serta Polije dalam Melakukan Edukasi Pemanfaatan Energi Terbarukan Terhadap Gen Z dengan Siswa Siswi SMA Muhammadiyah 3 Jember (SMAMGA)
Jember — Permasalahan ketahanan energi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau sektor swasta, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat sebagai pengguna energi. Ketahanan energi nasional hingga saat ini masih sangat bergantung pada energi fosil yang ketersediaannya terbatas dan berdampak negatif terhadap lingkungan.
Salah satu solusi strategis untuk mengatasi hal tersebut adalah melalui pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT). Namun, kesadaran dan pengetahuan masyarakat, terutama generasi muda, tentang energi terbarukan masih sangat terbatas. Oleh karena itu, sosialisasi dan edukasi mengenai energi terbarukan perlu terus dilakukan secara berkelanjutan agar generasi muda dapat berperan sebagai konsumen cerdas sekaligus agen perubahan di masa depan.
Menjawab kebutuhan tersebut, Politeknik Negeri Jember (Polije) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melaksanakan sosialisasi dan edukasi energi terbarukan kepada siswa-siswi SMA Muhammadiyah 3 (SMAMGA) Jember, yang termasuk dalam generasi Z dan merupakan kelompok sasaran yang strategis. Kegiatan ini memanfaatkan fasilitas Teaching Factory (TeFa) Energi Terbarukan milik Polije sebagai sarana pembelajaran berbasis praktik.
Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Mochammad Nuruddin, S.T., M.Si, dengan anggota tim pelaksana yaitu Ahmad Fahriannur, S.T., M.T., Dedy Eko Rahmanto, S.TP., M.Si., Yuli Hananto, S.TP., M.Si., Alex Taufiqurrohman Zain, S.Si., M.T., dan Faruq Avero Azhar, S.ST., M.Eng.
Acara dilaksanakan di Gedung Teknik Polije dan dihadiri langsung oleh Kepala Sekolah SMAMGA Jember, Bapak Sony Bakhtiar, S.E., S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan harapan agar kerja sama antara SMAMGA Jember dan Polije dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan wawasan baru bagi siswa tentang pentingnya energi terbarukan. Semoga kerja sama dengan Polije dapat terus berlanjut dalam berbagai bidang,” ujar Sony Bakhtiar.
Kegiatan sosialisasi ini mencakup pemberian materi tentang ketahanan energi nasional dan pemanfaatan energi terbarukan, seperti energi surya, air, angin, bioenergi, serta kendaraan listrik sebagai alternatif bahan bakar konvensional. Selain teori, peserta juga mendapatkan praktik langsung merakit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sederhana, mengenal simulator Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), serta melihat berbagai produk bioenergi dan kendaraan listrik di laboratorium dan workshop Jurusan Teknik Polije.
Sebagai penutup, peserta diajak melakukan kunjungan lapangan ke PLTMH di PDP Kahyangan Kebun Gunung Pasang, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, untuk melihat secara langsung penerapan teknologi energi terbarukan di lapangan.
Para peserta mengaku sangat antusias dan memperoleh banyak wawasan baru dari kegiatan ini. Pendekatan yang memadukan teori, praktik, dan observasi lapangan dinilai efektif dalam menumbuhkan pemahaman dan kesadaran terhadap pentingnya energi bersih dan berkelanjutan.
Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman siswa dan guru SMAMGA Jember tentang energi terbarukan, sekaligus mendorong kerja sama berkelanjutan antara Polije dan SMAMGA Jember di bidang pendidikan vokasi dan riset terapan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan minat lulusan SMAMGA Jember untuk melanjutkan studi di Politeknik Negeri Jember, khususnya di bidang teknik energi dan teknologi hijau.
Melalui kegiatan ini, Politeknik Negeri Jember menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam mendukung transisi energi bersih nasional, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 7, yaitu Energi Bersih dan Terjangkau, serta mendukung Asta Cita Pemerintah Indonesia dalam mendorong kemandirian energi dan pembangunan ekonomi hijau di masa depan.