Polije Dampingi Masyarakat Dusun Krajan Desa Seputih Kembangkan Produk Olahan Tanaman TOGA
JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) terus meningkatkan kontribusinya melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Salah satu skema yang menjadi prioritas adalah PkM Desa Binaan. Desa Seputih, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, merupakan salah satu mitra Desa Binaan Polije yang mendapat pendampingan dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman obat keluarga (TOGA) dan pengembangan produk olahannya.
Permasalahan yang dihadapi masyarakat Desa Seputih, khususnya Dusun Krajan, adalah masih rendahnya pemanfaatan lahan pekarangan. Kepala Desa Seputih, Suryadi Sanjaya, menyampaikan bahwa masyarakat memiliki pekarangan yang cukup luas, namun lebih dari 60 persen di antaranya belum dimanfaatkan secara optimal. Pemanfaatan lahan tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Kegiatan PkM ini diketuai oleh Oryza Ardhiarisca, S.E., S.Si., M.ST., dengan anggota Nur Faizin, S.Si., M.Si., Dian Galuh Pratita, S.P., M.Sc., dan Dr. Avisenna Harkat, S.E., M.M. Kegiatan juga melibatkan tiga mahasiswa, yaitu Galih Dwi Premasanam, Moch. Zidan Qudrotil, dan Nathanael. Program tersebut dibimbing langsung oleh Prof. Dr. Ir. Merry Muspita Dyah Utami. Dalam pelaksanaannya, tim PkM juga berkoordinasi dengan Kepala Dusun Krajan, Sigit Winarko, terkait teknis pelaksanaan kegiatan.
Pendampingan masyarakat dilaksanakan melalui tiga kegiatan utama, yaitu budidaya tanaman TOGA, pengolahan produk, serta pengelolaan keuangan dan pemasaran.
Pemanfaatan Pekarangan untuk Budidaya Tanaman TOGA
Kegiatan pertama berupa pelatihan budidaya tanaman TOGA yang disampaikan oleh Dian Galuh Pratita, S.P., M.Sc. Materi yang diberikan meliputi pengenalan jenis dan manfaat tanaman TOGA serta praktik budidayanya.
Sejumlah bibit tanaman TOGA disiapkan untuk kegiatan praktik, antara lain jahe, kencur, kunyit, dan serai. Selain teknik penanaman, masyarakat juga mendapatkan pengetahuan mengenai perawatan tanaman, termasuk proses pemupukan.
“Tanaman TOGA penting untuk ditanam di pekarangan rumah karena dapat digunakan secara cepat ketika diperlukan sebagai pertolongan pertama bagi kesehatan keluarga,” ujar Dian.
Pengolahan Jahe Menjadi Produk Bernilai Tambah
Pelatihan kedua berfokus pada pengolahan jahe menjadi jahe bubuk. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengolahan dan penyimpanan produk sekaligus meningkatkan nilai tambah tanaman TOGA sehingga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Nur Faizin, S.Si., M.Si., selaku pemateri, menjelaskan tahapan pengolahan jahe bubuk, mulai dari pencucian, pengupasan, pemotongan, penjemuran atau pengeringan, penggilingan, hingga pengemasan.
Untuk mendukung praktik masyarakat, tim PkM juga memberikan peralatan berupa oven, kompor, dan mesin penggilingan.
“Produk herbal perlu dikeringkan hingga kadar air yang sesuai untuk penyimpanan. Pengeringan dilakukan pada suhu sekitar 50°C untuk membantu menjaga kualitas jahe dan memperpanjang masa simpannya,” jelas Nur Faizin.
Penguatan Keuangan dan Pemasaran Produk
Kegiatan ketiga mencakup aspek manajemen usaha, yaitu pelatihan pengelolaan keuangan dan pemasaran produk. Pelatihan keuangan disampaikan oleh Oryza Ardhiarisca, S.E., S.Si., M.ST., sedangkan materi pemasaran disampaikan oleh Dr. Avisenna Harkat, S.E., M.M.
Pada pelatihan keuangan, masyarakat diberikan pemahaman mengenai cara menghitung biaya produksi jahe bubuk dan menentukan harga jual dengan memanfaatkan Microsoft Excel.
“Penentuan harga jual merupakan salah satu faktor krusial yang dapat berdampak pada optimalisasi keuntungan. Kegagalan dalam mengidentifikasi biaya yang dikeluarkan dapat menyebabkan kesalahan dalam perhitungan biaya produksi dan berdampak pada penentuan harga jual,” jelas Oryza.
Sementara itu, pada aspek pemasaran, masyarakat diperkenalkan dengan pemanfaatan website sebagai salah satu media pemasaran. Pemanfaatan media digital tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran produk olahan yang dihasilkan masyarakat Dusun Krajan, Desa Seputih.
Kepala Desa Apresiasi Pendampingan Polije
Kepala Desa Seputih, Suryadi Sanjaya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kegiatan pendampingan yang telah dilaksanakan oleh tim PkM Polije.
Ia berharap program tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan terus bersinergi dengan masyarakat sehingga memberikan dampak nyata, khususnya bagi peningkatan pemanfaatan pekarangan dan pengembangan potensi ekonomi masyarakat Dusun Krajan, Desa Seputih.