POLIJE Dorong Peningkatan Kualitas Produk, Efisiensi, Diversifikasi, Dan Pemasaran UMKM Kerupuk Pule di Desa Curah Lele, Kabupaten Jember

Tim dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Jember (POLIJE) melaksanakan program pengabdian masyarakat kepada pelaku UMKM Kerupuk Pule di Desa Curah Lele, Kabupaten Jember pada Agustus 2025. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kualitas produksi kerupuk secara higienis dan efisien, menghadirkan varian rasa baru yang lebih diminati pasar, serta membekali pelaku UMKM dengan strategi pemasaran modern agar mampu memperluas jangkauan pasar. Tim dosen terdiri dari M. Rizal Permadi, S.Gz., M.Gizi., Dietesien, Ratih Putri Damayati, S.Gz., M.Si, Ayu Febriyatna, S.ST., Firda Agustin, S.Si., M.Si, dan Huda Oktafa, S.TP., M.P Sedangkan mahasiswa yang terlibat adalah Syafa Brilianti, Tsuwaibatul Aslamiyah dan Brenda Yensa Karinda Putri.

Menurut M. Rizal Permadi, S.Gz., M.Gizi, selaku ketua tim pengabdian, selama ini UMKM Kerupuk Pule masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari proses produksi yang dilakukan secara tradisional, standar kebersihan yang kurang, metode pengeringan tradisional yang memakan waktu cukup lama, variasi rasa yang masih monoton, hingga pemasaran yang hanya mengandalkan pasar lokal. “Melalui program ini, kami ingin UMKM kerupuk bisa menghasilkan produk yang aman dan higienis, efisien dalam proses terutama pengeringan, berinovasi dengan varian rasa produk, dan mampu menangkap peluang pasar yang lebih luas melalui pemasaran modern,” jelasnya.

Dalam pelatihan pengolahan kerupuk, peserta dibekali materi tentang standar CPPOB (Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik. Praktik langsung juga diberikan, mulai dari proses pemilihan bahan baku dan BTP yang aman, pembuatan adonan, pengukusan, pengeringan hingga pengemasan. Tim pengabdian juga memberikan bantuan peralatan dan perlengkapan sederhana namun lebih modern untuk membantu dalam produksi sekaligus untuk menjaga kualitas produk.

Selain itu, diversifikasi varian rasa dan metode pengeringan yang lebih efisien menjadi salah satu fokus utama Tim Pengabdian dalam menjawab permasalahan yang dihadapi oleh mitra. Mitra dilatih untuk membuat kerupuk dengan berbagai inovasi rasa baru seperti pedas, terasi, bawang, udang dan ketumbar. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai jual sekaligus menjangkau konsumen yang lebih luas, khususnya generasi muda yang menyukai camilan kekinian. Pada metode pengeringan kerupuk yang sebelumnya masih dilakukan dengan konvensional dengan menjemur langsung di bawah terik matahari, kini mitra sudah menggunakan rumah pengering model kabinet dengan tetap memanfaatkan sinar matahari langsung (solar dryer direct). Model pengering tersebut memiliki efisiensi waktu pengeringan jauh lebih tinggi dibanding cara lama, yakni sebelumnya memakan waktu 2 hari (48 jam) dengan terik normal menjadi hanya 8-9 jam saja. Selain itu kebersihan kerupuk akan lebih terjaga dan kapasitas pengeringan jauh lebih besar.

Tim juga membekali pelaku UMKM dengan strategi pemasaran produk, mulai dari pembuatan merek dan desain kemasan yang benar dan menarik hingga cara memanfaatkan media sosial dan platform e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia. Penggunaan pemasaran digital diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar produk Kerupuk Pule hingga skala nasional.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami, karena sebelumnya kami hanya memproduksi kerupuk dengan cara tradisional dan dijual di pasar sekitar desa. Sekarang kami mendapat banyak pengetahuan baru tentang cara produksi yang lebih higienis, efisien, inovasi produk, dan strategi pemasaran online. Semoga pendampingan ini bisa terus berlanjut agar usaha kami semakin berkembang,” ujar Bu Halimah yang merupakan mitra UMKM Kerupuk Pule di Desa Curah Lele.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan produk kerupuk pule tidak hanya menjadi kebanggaan warga Desa Curah Lele, tetapi juga dapat berkembang menjadi oleh-oleh khas Kabupaten Jember yang memiliki daya saing  tinggi di pasar yang lebih luas.