Politeknik Negeri Jember Raih Pendanaan Program Hilirisasi Riset Prioritas 2025
Jember – Berdasarkan surat nomor 0572/C4/AL.04/2025 tentang Pengumuman Penerima Dana Program Hilirisasi Riset Prioritas Tahun Anggaran 2025, Politeknik Negeri Jember berhasil memperoleh pendanaan riset pada dua skema sekaligus, yakni Dorongan Teknologi dan Sinergi.
Program Hilirisasi Riset Prioritas 2025 bertujuan memperkuat pemanfaatan hasil penelitian agar dapat dikomersialisasikan serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia usaha.
Pada Skema Dorongan Teknologi, pendanaan diberikan kepada sejumlah perguruan tinggi, dengan daftar sebagai berikut:
-
Denny Trias Utomo – Program Aplikasi Pupuk FERADS dan Mesin Fertigasi NUTRIGADS (Institut Pertanian Bogor)
-
Dadik Pantaya – Diet Nano Emulsi untuk Pakan Ternak Transportasi (Institut Pertanian Bogor)
-
R Abdoel Djamali – Komunitas Estate Padi (KEP) (Institut Pertanian Bogor)
-
Bagus Putu Yudhia Kurniawan – Smart Agro Enterprise Kedelai (Saekedelai): Update Pengembangan Aplikasi Kedelai Nasional dengan Standar Mutu dan Pasar Global dalam Memperkuat Kemandirian Pangan (Universitas Gadjah Mada)
-
Silvia Oktavia Nur Yudiastuti – Keju Organik Probiotik Lokal Lactobacillus Plantarum Dad-13 (Universitas Gadjah Mada)
-
Silvia Oktavia Nur Yudiastuti – Danchees (Prototipe Keju Fungsional Anti Kanker) (Universitas Hasanuddin)
-
Bagus Putu Yudhia Kurniawan – Pengembangan Teknologi Produksi dan Strategi Komersialisasi Black Garlic untuk Penguatan Pangan Fungsional Lokal di Pasar Nasional (Universitas Padjadjaran)
-
Dhanang Eka Putra – Bulde Anggur (Universitas Pendidikan Ganesha)
Sementara itu, Politeknik Negeri Jember juga menjadi penerima hibah melalui Skema Sinergi dengan judul riset:
-
“Merijaya produksi aneka hasil ternak DOD, Itik Grower dan Olahan Rempah”
-
Ketua: Hariadi Subagia
-
Mitra: UD Jawameri
-
Skema: Hilirisasi Inovasi Komersial
-
Keberhasilan ini semakin menegaskan peran Politeknik Negeri Jember dalam mendukung hilirisasi riset dan inovasi, sekaligus memperkuat kontribusi pendidikan vokasi terhadap pengembangan ekonomi nasional.