PSDKU Polije Ngawi Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Cegah Stunting Melalui Pemanfaatan Data Kesehatan
Ngawi – PSDKU Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) Politeknik Negeri Jember Kampus 5 Ngawi melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) bertema “Pemanfaatan Data Kesehatan untuk Mempersiapkan Kesehatan Reproduksi Remaja Sebagai Upaya Mencegah Stunting di Laboratorium Rintisan TeFa PSDKU MIK Ngawi”.
Kegiatan ini dipimpin oleh tim dosen lintas bidang, yaitu Ns. Kurniawan Erman Wicaksono, S.Kep., M.Kes.; Nesa Ayu Murthisari Putri, S.Tr.Keb., M.K.M.; Titin Andriyani Atmojo, S.TP., M.Agr.; Budi Fajar Supriyanto, S.Kom., M.Kom.; serta Waridad Ummais Al Ayyubi, S.E., M.M. Sejumlah mahasiswa turut dilibatkan untuk mengasah keterampilan dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Berdasarkan SSGI 2023, prevalensi stunting di Kabupaten Ngawi masih 15,3 persen. Salah satu faktor penyumbang adalah tingginya kasus anemia pada remaja putri. Menjawab tantangan ini, kegiatan PPM berfokus pada peningkatan kapasitas kader posyandu remaja melalui pelatihan pemanfaatan data kesehatan dengan kartu bantu pemeriksaan remaja.
Pelatihan disampaikan oleh dosen PSDKU MIK Ngawi serta perwakilan Dinas Kesehatan melalui Penanggung Jawab Posyandu ILP dari Puskesmas Geneng. Selain itu, tim dosen juga memberikan edukasi langsung kepada remaja mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan anemia, pentingnya konsumsi tablet tambah darah, hingga pemanfaatan pangan lokal sebagai solusi menjaga kesehatan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa remaja memiliki peran penting dalam memutus rantai stunting sejak dini,” ujar Ns. Kurniawan Erman Wicaksono, S.Kep., M.Kes., selaku Ketua Kegiatan.
Melalui sinergi perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan masyarakat, Laboratorium Rintisan TeFa PSDKU MIK Ngawi semakin menguatkan perannya sebagai pusat pembelajaran sekaligus wadah pengabdian yang menghadirkan solusi nyata bagi persoalan kesehatan di daerah.