Siap Naik Kelas dan Tembus Pasar Digital, 15 UMKM Ngrayudan Pelajari Pemasaran dan Keuangan Digital Bersama Tim Dosen Manajemen Agribisnis Ngawi
NGAWI — Tim dosen Program Studi D4 Manajemen Agribisnis Kampus 5 Kabupaten Ngawi menggelar program pengabdian masyarakat guna mengakselerasi kapasitas usaha mikro di wilayah pedesaan. Melalui skema PkM TEFA sumber dana PNBP, tim pengabdian mengusung program bertajuk "Pemanfaatan Inovasi Sosial Media Marketing dalam Upaya Peningkatan Kualitas Pemasaran Produk di Laboratorium Rintisan TEFA Manajemen Agribisnis Kampus Kab. Ngawi". Pelatihan intensif yang berlangsung selama satu hari pada Selasa, 29 September 2026, bertempat di Laboratorium Rintisan Teaching Factory (TEFA) Manajemen Agribisnis Ngawi, Politeknik Negeri Jember Kampus 5 Kab. Ngawi.
Kegiatan ini diikuti oleh 15 pelaku UMKM yang dipilih secara ketat dari Komunitas UMKM Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi. Para peserta yang hadir merupakan wirausahawan terpilih yang telah memiliki produk olahan lokal, namun masih menghadapi hambatan dalam optimalisasi promosi digital serta pembukuan usaha. Melalui wadah kelembagaan di Laboratorium Rintisan TEFA, tim pengabdian memberikan bimbingan terstruktur agar produk lokal Ngawi mampu bersaing di pasar digital secara berkelanjutan.
Dalam pelatihan tersebut, empat dosen Manajemen Agribisnis—yaitu Cicik Retno Wati, S.E., M.M. (Ketua Tim), Moh. Syahrul Munir, S.Tr.P., M.P., Titin Andriyani Atmojo, S.TP., M.Agr., dan Fairuz Nadhifah, S.E., M.Si.—beserta mahasiswa pendamping membagikan strategi praktis. Peserta dilatih memanfaatkan platform digital seperti WhatsApp Business untuk membuat konten promosi yang menarik. Selain itu, peserta diajarkan membuat penjadwalan konten, menyusun ide konten, serta mengambil foto produk yang dihasilkan melalui pemotretan menggunakan studio mini (mini photobox). Tidak hanya itu, peserta juga dilatih bagaimana cara merapikan pencatatan keuangan usaha secara digital.
Kegiatan ini mendapat apresiasi hangat dari pihak mitra. Ketua Komunitas UMKM Desa Ngrayudan, Ifanali Fajrin, S.Pd., mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepedulian akademisi terhadap kemajuan pelaku usaha lokal di Kecamatan Jogorogo.
"Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik pelatihan ini. Anggota komunitas UMKM Desa Ngrayudan mendapatkan ilmu yang sangat konkret, mulai dari cara penentuan media sosial yang sesuai hingga cara mengelola keuangan dengan rapi. Ini modal penting agar produk lokal Ngrayudan bisa bersaing lebih luas," ujar Ifanali Fajrin, S.Pd.
Sebagai bentuk komitmen keberlanjutan, program pengabdian ini tidak berhenti pada sesi pelatihan kelas saja. Tim dosen beserta mahasiswa pendamping akan menjalankan rencana tindak lanjut berupa monitoring dan evaluasi (Monev) secara berkala di setiap akhir bulan selama tiga bulan berturut-turut.
Langkah ini dilakukan untuk memantau konsistensi peserta dalam mengunggah konten pemasaran digital, menerapkan pencatatan keuangan, serta memastikan adanya peningkatan jumlah transaksi dan omzet usaha para peserta secara konsisten.