Tim Dosen Polije Kembangkan Policy Brief untuk Transformasi Wisata Kampus

Jember – Tim Dosen Politeknik Negeri Jember (Polije) merilis sebuah policy brief yang menawarkan model baru pengembangan wisata kampus melalui konsep Integrative Edu-Agrotourism. Dokumen kebijakan ini disusun melalui program Penelitian PNBP Polije dan secara khusus mengkaji strategi penguatan layanan wisata di TEFA Kebun Inovasi agar dapat beroperasi sepanjang tahun.

Inisiatif penyusunan policy brief ini berangkat dari kebutuhan untuk mengatasi keterbatasan atraksi wisata yang selama ini masih bergantung pada musim panen jeruk. Sebagai teaching factory hortikultura, TEFA Kebun Inovasi tidak hanya menjadi lokasi praktik mahasiswa, tetapi juga menerima kunjungan wisata edukatif. Namun, pola kunjungan wisata sering tidak stabil karena terbatasnya atraksi di luar musim panen.

Melalui penelitian ini, tim peneliti memetakan potensi dua lokasi wisata kampus yang dapat diintegrasikan, yaitu Kebun Inovasi di Jalan Mastrip dan Kebun Nursery di kawasan Rembangan. Kebun Inovasi memiliki keunggulan pada komoditas buah dan hortikultura, sedangkan Kebun Nursery menonjol pada florikultura dan koleksi tanaman hias. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi kedua lokasi tersebut dapat menghasilkan alur wisata terpadu yang lebih variatif, tidak bergantung pada satu jenis komoditas, dan mampu menghadirkan atraksi sepanjang tahun.

Manajer TEFA Kebun Inovasi dan Dataran Tinggi, Ujang Tri Cahyono, menegaskan pentingnya ragam atraksi untuk menjaga keberlanjutan wisata kampus. “Selama ini, jeruk menjadi ikon utama, tetapi siklus panen membuat kunjungan tidak stabil. Kami ingin pengunjung tetap mendapatkan pengalaman edukatif meskipun bukan musim panen,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa TEFA terbuka untuk pengembangan aktivitas kreatif dan berkelanjutan: “Kami tidak hanya ingin menjual buah segar. Ke depan harus ada produk turunan, paket wisata, pelatihan, dan atraksi yang dapat berjalan sepanjang tahun.”

Proses penyusunan policy brief dilakukan melalui observasi lapangan, survei pengunjung, serta analisis menggunakan Tourism Area Life Cycle (TALC) dan metode IPA–KANO. Hasil analisis menunjukkan bahwa TEFA Kebun Inovasi berada pada tahap development, sehingga membutuhkan peningkatan layanan pada aspek atraksi, fasilitas, kenyamanan, serta aksesibilitas. Beberapa aspek yang dianggap perlu diperbaiki antara lain akses menuju lokasi, area parkir, ruang makan, serta media informasi digital yang mudah digunakan pengunjung.

Berbagai temuan tersebut kemudian dirumuskan dalam konsep Integrative Edu-Agrotourism, yaitu model wisata yang memadukan unsur edukasi pertanian, rekreasi, dan pengalaman interaktif. Melalui konsep ini, tim peneliti merancang empat paket wisata yang dapat diterapkan sepanjang tahun, meliputi:

  • aktivitas memetik buah dan bunga,

  • wisata fotografi berbasis lanskap kebun,

  • program edukasi pertanian,

  • aktivitas rekreasi seperti camping di area kebun.

Paket yang lebih variatif ini diharapkan mampu menarik lebih banyak segmen pengunjung, mulai dari keluarga, pelajar, komunitas, hingga wisatawan yang tertarik pada pertanian modern.

Selain pengembangan atraksi, policy brief juga menekankan pentingnya manajemen layanan yang lebih terstruktur. Salah satu rekomendasi utama adalah penunjukan PIC wisata yang bertugas mengelola reservasi, mengoordinasikan layanan antar-unit, serta memastikan alur kegiatan wisata tetap selaras dengan aktivitas budidaya dan praktik mahasiswa. Pendekatan ini dinilai penting untuk memperkuat mutu layanan sekaligus membangun citra Polije sebagai kampus agroteknotropika.

Tim penyusun policy brief ini terdiri dari:
Muhamad Farhan, S.Par., M.Sc. (Ketua), Peni Arianita Wardani, S.E., M.Sc., Nur Afni Rachman, S.I.Kom., M.Med.Kom., Meiga Rahmanita, S.Pd., M.Pd., Astrid Hidayanti Ananda Putri, S.I.Kom., M.Med.Kom., dan Firda Diartika, S.T., M.URP.

Melalui penelitian PNBP ini, Polije berharap TEFA Kebun Inovasi dapat berkembang tidak hanya sebagai wahana praktik akademik, tetapi juga sebagai destinasi agrowisata yang memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat. Policy brief ini menjadi fondasi awal bagi pengembangan wisata kampus yang lebih berkelanjutan, terintegrasi, dan relevan dengan kebutuhan agrowisata modern.

Tautan dokumen:
https://drive.google.com/drive/folders/1lY11gWk6sc_1pLZR6QV2OiIUgWThw58Q