Tim PkM Polije Bina Ibu PKK Desa Sumberwaru Olah Kelapa Jadi Produk Bernilai Tinggi
Jember — Tim dosen dari Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Jember (Polije) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sumberwaru, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember. Kegiatan ini berfokus pada pelatihan pengolahan kelapa menjadi produk bernilai jual tinggi, yaitu Virgin Coconut Oil probiotik (VicoBio) dan snack bar tinggi serat berbasis ampas kelapa (CocoFitBar).
Desa Sumberwaru dikenal sebagai salah satu penghasil kelapa lokal dengan potensi luas tanam sekitar 6,12 hektar dan produksi mencapai 37,94 kwintal per tahun. Namun, sebagian besar hasil kelapa masih dijual dalam bentuk bahan mentah, sehingga nilai ekonominya belum optimal. Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian yang diketuai oleh Rusdiarti, SST., M.Gz., bersama anggota Stephani Nesya Renamastika, S.Gz., M.Gz., Lisus Setyowati, SST., M.Kes., Malinda Capri Nurul Satya, S.Tr.Keb., M.K.M., dan Dian Kartika Sari, S.ST., M.T., hadir untuk membekali masyarakat dengan keterampilan mengolah produk turunan kelapa bernilai ekonomi dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya implementasi konsep green economy di tingkat desa.
“Kelapa bukan hanya buah konsumsi biasa. Dari satu kelapa, kita bisa menghasilkan minyak sehat, produk pangan bernilai gizi tinggi, hingga bahan baku snack fungsional. Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan mampu mengolah sendiri produk turunan kelapa yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan,”
ujar Rusdiarti selaku ketua tim.
Pelatihan dilakukan dalam dua tahap, yakni:
-
Pembuatan VicoBio (Virgin Coconut Oil probiotik) melalui metode fermentasi enzimatis.
-
Pembuatan CocoFitBar, yaitu snack bar tinggi serat berbahan dasar ampas kelapa.
Metode fermentasi enzimatis dipilih karena tidak memerlukan suhu tinggi, lebih efisien, dan mampu mempertahankan kandungan bioaktif minyak kelapa. Sementara itu, pemanfaatan ampas kelapa dalam pembuatan CocoFitBar menjadi inovasi zero waste yang tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga meningkatkan nilai gizi dan ekonomi produk akhir.
Sekretaris PKK Desa Sumberwaru, Laila Fajar Romadhon, turut memberikan apresiasi atas kegiatan ini.
“Kami berterima kasih kepada Polije karena telah menghadirkan inovasi baru bagi Desa Sumberwaru. Biasanya masyarakat hanya membuang ampas kelapa atau menjadikannya pakan ternak. Kini, ibu-ibu PKK bisa lebih kreatif dengan belajar mengolah sendiri produk dari kelapa menjadi Virgin Coconut Oil dan CocoFitBar. Ini peluang usaha baru bagi kami,”
ujarnya.
Melalui pelatihan ini, Desa Sumberwaru diharapkan menjadi desa binaan mandiri ekonomi serta contoh nyata penerapan green economy berbasis potensi lokal. Hasil kegiatan ini menjadi awal dari tumbuhnya inovasi baru masyarakat desa serta memperkuat sinergi antara Polije dan masyarakat dalam menciptakan ekonomi kreatif dan berkelanjutan.