Tim PkM Polije Dorong Produktivitas UMKM Kuliner Lokal Lewat Transformasi Digital Marketing, Manajemen Keuangan dan Keamanan Pangan
JEMBER-Tim pengabdian kepada masyarakat dari Politeknik Negeri Jember (Polije) yang terdiri dari Veronika Vestine, S.ST., M.Kes. (Ketua), Bakhtiyar Hadi Prakoso, S.Kom., M.Kom., Gandu Eko Julianto Suyoso, S.Ked., M.KKK, Muhammad Yunus, S.Kom., M.Kom., dan ERNA SELVIYANTI , S.Pd., M.MSI, telah merampungkan program pendampingan intensif bagi UMKM Kalle Dessert, sebuah usaha kuliner lokal di Jember. Program yang berlangsung sejak bulan Juli 2025 hingga September 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM melalui pendampingan di tiga area krusial: pemasaran digital, manajemen keuangan, dan standardisasi keamanan pangan. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk memberdayakan ekonomi masyarakat lokal.
Sebelumnya, Kalle Dessert menghadapi sejumlah tantangan yang menghambat pertumbuhannya. Pemasaran produk seperti "pentol kriwul" dan aneka kue kering masih sangat bergantung pada metode konvensional seperti bazar dan pemesanan melalui WhatsApp, sehingga jangkauan pasarnya terbatas. Selain itu, pencatatan keuangan yang masih dilakukan secara manual menyulitkan pemilik usaha dalam menganalisis profitabilitas dan arus kas. Kurangnya standardisasi dalam proses produksi juga menjadi perhatian utama untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.

Gambar 2. Tim Dosen dan Mahasiswa Polije sedang transfer knowledge tentang digital marketing, financial literacy dan keamanan pangan
Menjawab tantangan tersebut, tim Polije yang terdiri dari dosen dan mahasiswa memberikan serangkaian solusi praktis. Di bidang pemasaran, tim mengembangkan sebuah situs web resmi dan memberikan pelatihan intensif mengenai pemanfaatan platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Shopee untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Untuk manajemen keuangan, Kalle Dessert didampingi untuk beralih dari pencatatan manual ke aplikasi pembukuan digital yang lebih efisien. "Kami tidak hanya memberi teori, tetapi mendampingi langsung implementasi teknologi yang mudah diakses agar UMKM dapat mandiri dan berkelanjutan," ujar Veronika Vestine, S.S.T, M.Kes, ketua tim pengabdian.

Gambar 3. Tim Dosen dan Mahasiswa Polije sedang melakukan evaluasi hasil pelatihan kepada UMKM on the spot
Dampak dari program ini diharapkan dapat dirasakan secara langsung oleh UMKM Kalle Dessert. Dengan strategi pemasaran digital yang lebih terstruktur, Kalle Dessert kini memiliki kemampuan untuk menjangkau pelanggan di luar basis konsumen tradisionalnya. Penggunaan aplikasi keuangan memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap kesehatan finansial usaha, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih berbasis data. Selain itu, penerapan prinsip-prinsip keamanan pangan dan higiene produksi melalui Good Manufacturing Practices (GMP) tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga menjadi fondasi untuk membangun kepercayaan konsumen jangka panjang.
Program pendampingan ini menegaskan komitmen Polije dalam mendukung ekosistem UMKM di Jember, yang merupakan salah satu pilar utama perekonomian daerah. Keberhasilan Kalle Dessert dalam mengadopsi teknologi dan standar baru diharapkan dapat menjadi model inspiratif bagi UMKM lain di Jember untuk terus berinovasi dan "naik kelas" di era ekonomi digital, sejalan dengan program pemerintah dalam mendorong digitalisasi UMKM nasional.