Transformasi Limbah Ternak menjadi Berkah : Inisiatif Cerdas untuk Kesejahteraan Peternak Domba dan Kambing Desa Suci, Kecamatan Panti, Jember
Jember – Tim dosen lintas program studi Politeknik Negeri Jember melaksanakan program pengabdian masyarakat dengan fokus pada pemanfaatan limbah kotoran domba dan kambing untuk produksi pupuk organik. Kegiatan ini dipimpin oleh Huda Ahmad Hudori, S.ST., M.ST dengan anggota Luluk Dwi Cahyono, S.Sos., M.Sc, Rahmat Dhandy, S.TP., M.Tr.P, Elis Rahmawati M.S., S.ST., M.P, serta Cicik Retno Wati, S.E., M.M. Program ini diajukan melalui skema Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan sumber dana PNBP Tahun 2025.
Kabupaten Jember dikenal sebagai salah satu sentra ternak di Jawa Timur dengan populasi domba dan kambing yang cukup besar. Namun, di Desa Suci Kecamatan Panti, pengelolaan limbah kotoran ternak, khususnya di Kelompok Ternak Sidomulyo, masih dilakukan secara tradisional. Setiap tahunnya, diperkirakan ada sekitar 525 ton limbah kotoran yang sering kali dibuang begitu saja, sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan menimbulkan masalah kesehatan.
Ketua tim, Huda Ahmad Hudori, menyampaikan optimisme atas program ini.
“Kami sangat bersemangat untuk memulai program ini. Limbah kotoran ternak yang selama ini dianggap sebagai masalah, sebenarnya dapat menjadi sumber daya yang berharga jika dikelola dengan baik. Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada peternak di Desa Suci,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh salah satu anggota kelompok ternak, Bapak Akhmad Ridwan.
“Kami sangat membutuhkan bantuan ini. Selama ini, kami kesulitan dalam mengelola limbah kotoran ternak. Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap bisa meningkatkan produktivitas dan mengurangi pencemaran lingkungan,” tuturnya.
Program pengabdian ini diharapkan mampu menjadi solusi nyata bagi peternak sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengelolaan limbah ternak yang efektif dan ramah lingkungan di wilayah lain.
Menutup wawancara, Huda menegaskan komitmennya.
“Kami percaya bahwa bersama-sama, kita bisa menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan untuk Desa Suci dan sekitarnya,” pungkasnya.